Kamis, 21 September 2017

Cerita Pendek ( Cerpen )



Kenangan Terindah  


 Karya : Muhamad Dwi Rudianto




 
                 Ada dua orang anak yang sudah bersahabat sejak kecil, kedua sahabat itu bernama Vira dan Arya. Mereka berdua selalu berpetualang mencari tempat-tempat yang asyik dan indah buat mereka kunjungi. Terdapat banyak tempat yang sudah mereka kunjungi dari dalam kota maupun luar kota. Ini adalah tempat kesekian kalinya yang mereka kunjungi yaitu sebuah laut di Daerah Lombok.

“Arya... tunggu dong, gue susah jalannya nih!” Teriak Vira
“Aduhhh... lagian lo kenapa pake sepatu gituan sih?? Udah tau kita mau pergi ke laut, biasanya lo juga pake sendal jepit kalau kita pergi ke mana-mana.“ Jawab Arya
“Ini karena nyokap gue reseh Ar, masa  gue dipaksa harus berdandan ala cewek. Emang dia pikir gue bukan cewek apa-apa.“ Gerutu Vira
“Hahahah... ya udah sini gue gandeng tangan lo! Biar jalannya gak kaya anak balita yang lagi belajar jalan hahahhahah....“ Kata Arya

          Tiba-tiba Vira dengan sengaja menjitak kepala Arya karena ia tidak suka dengan candaan Arya yang telah menyindirnya.

( Jitakan Tepat Mendarat Di Ubun-Ubun Kepala Arya )
“Awww... sakit tau! Salah ya gue gandeng tangan lo?“ Tanya Arya Dengan Muka Polos
“Bukan, gandengnya. Tapi, kata-kata lo barusan nyindir gue tau..!” Jawab Vira Dengan Nada Kesal
“Nyindir apanya sih Vir?“ Tanya Arya Lagi Dengan Tampang Polosnya
“Masa gue dibilang anak balita yang baru belajar jalan sih...“ Jawab Vira dengan raut wajahcemberut

( Seketika Arya Tertawa )
“Hahahaha.... gue pikir apa gitu, Vira-vira ada-ada aja.“ Kata Arya Sambil Geleng-Geleng Kepalanya

( Vira Semakin Manyun )
“Yahh... manyun lagi deh. Maaf deh maaf, kan gak sengaja heheheheh...“ Ucap Arya
“Gak ada maaf buat lo, huhh...” Kata Vira Jengkel Dan Pergi Meninggalkan Arya

(Arya Berjalan Mendekati Vira)
“Yahh... kok gitu? Mau apa? Es krim? Coklat? Atau.. ngeliat bintang? Jangan ngambek
 dong... please! “ Kata Arya Sambil Memohon Kepada Vira
“Kalo mau semuanya gimana?” Ungkap Vira Sambil Nyengir Kuda. Gantian Sekarang Vira Yang Dapet Bogem Dari Arya.
“Huhh.... dasar serakah. Perasaan salah gue gak parah banget deh, sampe gue harus nurutin semua apa yang lo minta.“ Kata Arya Dengan Raut Bete
“Oh ya udah, gue ngambek lagi nih!“ Rajuk Vira

            Karena Arya gak pengen Vira ngambek lagi. Arya akhirnya menuruti semua keinginan Vira. Dia ngajak Vira beli es krim, tapi Vira sebenernya cuma dimulut doang. Mau ini, mau itu, tapi seketika dia lupa sama iming-iming yang Arya pengen kasih.

“Eh Ar, liat deh! Lucu ya, kaya kita kecil dulu.“ Tunjuk Vira Kepada Arya Terhadap Kedua Orang Anak Kecil Cewek Dan Cowok Yang Sedang Berebutan Es Krim, Seketika Arya Menghentikan Langkah Dan Mengikuti Arah Telunjuk Vira.

“Hahaha.. inget aja lo. Gara-gara lo, gue jadinya kepikiran sama masa-masa itu lagi deh.“ Jawab Arya
“Ya udah kalo gitu, kita ulang lagi aja masa itu, sekarang kita beli es krim aja yuk.“ Ajak Vira
“Emang kita mau beli es krim kan!“ Kata Arya Mengingatkan
“ Heheheheh.. ayo buruan!“ Kata Vira Semangat ( Arya tersenyum melihat sahabatnya sebahagia itu )

           Mereka berdua berjalan  menuju tukang es krim yang ada di dekat pantai itu. Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, mereka duduk dibawah payung pantai yang telah tersedia.

“Kita berenang yuk Vir!“ Ajak Arya Kepada Vira
“Lagi males berenang Ar.“ Jawab Vira Menolak Ajakan Arya
“Yah.. Vir. Ayo dong! Bawa baju ganti juga!“ Ajak Arya
“Gak mau ahh... males.“ Tolak Vira Sambil Mengelel *Menjulurkan Lidah*
“Terakhir Vir.. Setelah itu gak lagi deh.“ Bujuk Arya Kepada Vira

              Vira terdiam mendengarkan kata-kata itu. Dia akhirnya mau juga diajak oleh Arya untuk berenang. Saat itu, pengunjung lagi banyak-banyaknya, karena saking banyaknya pengunjung, saat mereka berenang juga gak kelihatan apa-apa, kaki orang semua, yang sepi cuma tengah saja, mana berani ada yang kesitu, kecuali yang sudah ahlinya. Kemudian Vira dan Arya dengan nekat kesitu, daripada gak berenang sama sekali mending cari tempat kosong. Mereka berenang sambil sesekali bercanda. Saking asyiknya bercanda, mereka gak menyadari bahwa ada ombak besar akan menerjang mereka, dengan cepat ombak itu menimpa Vira dan Arya. Hanyutlah mereka terbawa ombak besar itu. Setelah ada orang yang melapor, bahwa dia melihat ada 2 orang terbawa arus ombak, sang pengawas pantai langsung mengendarai motor boat supaya lebih cepat sampai ke tengah laut. Sesampainya disana, yang ditemukan cuma seorang wanita mengambang di tengah-tengah laut. Kemudian dengan segera sang pengawas pantai itu dengan segera membawa Vira ke rumah sakit terdekat yang ada disana.

           Setelah dua hari koma di rumah sakit, Vira akhirnya sadarkan diri. Nama yang pertama diucapkannya ialah Arya. Dia ingat terakhir dia bersama Arya dilaut, ombak, dan setelah itu dia gak ingat apa-apa lagi termasuk sahabatnya itu. Namun orang sekelilingnya hanya diam tanpa suara.

“Arya mana mah? Arya mana? Kenapa dia gak disini? Apa dia baik-baik aja?“ Tanya Vira
 Ke Mamanya
“Tenang sayang. Arya ada disini kok.“ Kata Papa Vira Menenangi Vira
“Mana? Gak ada.“ Tanya Vira Lagi Sambil Melihat Sekelilingnya
“Kamu gak bisa ngeliat dia, tapi papa yakin dia bisa ngeliat kamu.“ Jawab Papa Vira Dengan Lirih
“Maksud papa?“ Tanya Vira Dengan Raut Wajah Bingung
“Arya... tidak ditemukan sayang, dia hilang di laut itu.“ Jawab Papa Vira Lagi (Vira berusaha mencerna ucapan papahnya, kemudian dia menangis).

        Disinilah Vira, berdiri termenung menatap hamparan laut luas. Laut yang telah merenggut sahabatnya, tempat terakhir yang dia kunjungi bersama sahabatnya yang bernama Arya.

“Arya dimana pun lo berada sekarang, gue yakin lo masih bisa liat gue disini. Gue berdoa semoga kita bisa bertemu lagi.“ Kalimat Pertama Yang Diucapkan Vira Mengiringi Langkah Kakinya Meninggalkan Laut Yang Juga Merasakan Kesedihannya. Tapi Jauh Disana, Ada Senyum Yang Tulus Yang Diperuntukkan Untuknya Andai Dia Melihat. L

            “ Tamat “

0 komentar:

Posting Komentar