Kenangan Terindah
Karya : Muhamad Dwi Rudianto
Ada dua orang anak yang sudah bersahabat
sejak kecil, kedua sahabat itu bernama Vira dan Arya. Mereka berdua selalu
berpetualang mencari tempat-tempat yang asyik dan indah buat mereka kunjungi. Terdapat
banyak tempat yang sudah mereka kunjungi dari dalam kota maupun luar kota. Ini
adalah tempat kesekian kalinya yang mereka kunjungi yaitu sebuah laut di Daerah
Lombok.
“Arya... tunggu
dong, gue susah jalannya nih!” Teriak Vira
“Aduhhh...
lagian lo kenapa pake sepatu gituan sih?? Udah tau kita mau pergi ke laut, biasanya
lo juga pake sendal jepit kalau kita pergi ke mana-mana.“ Jawab Arya
“Ini karena
nyokap gue reseh Ar, masa gue dipaksa harus
berdandan ala cewek. Emang dia pikir gue bukan cewek apa-apa.“ Gerutu
Vira
“Hahahah... ya
udah sini gue gandeng tangan lo! Biar jalannya gak kaya anak balita yang lagi
belajar jalan hahahhahah....“ Kata Arya
Tiba-tiba Vira dengan
sengaja menjitak kepala Arya karena ia tidak suka dengan candaan Arya yang
telah menyindirnya.
( Jitakan Tepat Mendarat Di Ubun-Ubun Kepala Arya )
“Awww... sakit
tau! Salah ya gue gandeng tangan lo?“ Tanya Arya Dengan Muka Polos
“Bukan,
gandengnya. Tapi, kata-kata lo barusan nyindir gue tau..!” Jawab Vira Dengan Nada Kesal
“Nyindir
apanya sih Vir?“ Tanya Arya Lagi Dengan Tampang Polosnya
“Masa gue
dibilang anak balita yang baru belajar jalan sih...“ Jawab Vira dengan raut wajahcemberut
( Seketika Arya Tertawa )
“Hahahaha....
gue pikir apa gitu, Vira-vira ada-ada aja.“ Kata Arya Sambil Geleng-Geleng Kepalanya
( Vira Semakin Manyun )
“Yahh...
manyun lagi deh. Maaf deh maaf, kan gak sengaja heheheheh...“ Ucap
Arya
“Gak ada maaf
buat lo, huhh...” Kata Vira Jengkel Dan Pergi Meninggalkan Arya
(Arya Berjalan Mendekati Vira)
“Yahh... kok
gitu? Mau apa? Es krim? Coklat? Atau.. ngeliat bintang? Jangan ngambek
dong... please! “ Kata Arya Sambil Memohon Kepada Vira
dong... please! “ Kata Arya Sambil Memohon Kepada Vira
“Kalo mau
semuanya gimana?” Ungkap Vira Sambil Nyengir Kuda. Gantian Sekarang Vira Yang Dapet Bogem
Dari Arya.
“Huhh.... dasar
serakah. Perasaan salah gue gak parah banget deh, sampe gue harus nurutin semua
apa yang lo minta.“ Kata Arya Dengan Raut Bete
“Oh ya udah,
gue ngambek lagi nih!“ Rajuk Vira
Karena Arya gak pengen
Vira ngambek lagi. Arya akhirnya menuruti semua keinginan Vira. Dia ngajak Vira
beli es krim, tapi Vira sebenernya cuma dimulut doang. Mau ini, mau itu, tapi
seketika dia lupa sama iming-iming yang Arya pengen kasih.
“Eh Ar, liat
deh! Lucu ya, kaya kita kecil dulu.“ Tunjuk Vira Kepada Arya Terhadap Kedua Orang
Anak Kecil Cewek Dan Cowok Yang Sedang Berebutan Es Krim, Seketika Arya Menghentikan
Langkah Dan Mengikuti Arah Telunjuk Vira.
“Hahaha..
inget aja lo. Gara-gara lo, gue jadinya kepikiran sama masa-masa itu lagi deh.“
Jawab
Arya
“Ya udah kalo
gitu, kita ulang lagi aja masa itu, sekarang kita beli es krim aja yuk.“ Ajak Vira
“Emang kita
mau beli es krim kan!“ Kata Arya Mengingatkan
“ Heheheheh..
ayo buruan!“ Kata Vira Semangat ( Arya
tersenyum melihat sahabatnya sebahagia itu )
Mereka berdua berjalan menuju tukang es krim yang ada di dekat
pantai itu. Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, mereka duduk dibawah
payung pantai yang telah tersedia.
“Kita berenang
yuk Vir!“ Ajak Arya Kepada Vira
“Lagi males berenang
Ar.“ Jawab
Vira Menolak Ajakan Arya
“Yah.. Vir.
Ayo dong! Bawa baju ganti juga!“ Ajak Arya
“Gak mau
ahh... males.“ Tolak Vira Sambil Mengelel *Menjulurkan Lidah*
“Terakhir Vir..
Setelah itu gak lagi deh.“ Bujuk Arya Kepada Vira
Vira terdiam
mendengarkan kata-kata itu. Dia akhirnya mau juga diajak oleh Arya untuk
berenang. Saat itu, pengunjung lagi banyak-banyaknya, karena saking banyaknya
pengunjung, saat mereka berenang juga gak kelihatan apa-apa, kaki orang semua,
yang sepi cuma tengah saja, mana berani ada yang kesitu, kecuali yang sudah ahlinya.
Kemudian Vira dan Arya dengan nekat kesitu, daripada gak berenang sama sekali mending
cari tempat kosong. Mereka berenang sambil sesekali bercanda. Saking asyiknya
bercanda, mereka gak menyadari bahwa ada ombak besar akan menerjang mereka,
dengan cepat ombak itu menimpa Vira dan Arya. Hanyutlah mereka terbawa ombak besar
itu. Setelah ada orang yang melapor, bahwa dia melihat ada 2 orang terbawa arus
ombak, sang pengawas pantai langsung mengendarai motor boat supaya lebih cepat
sampai ke tengah laut. Sesampainya disana, yang ditemukan cuma seorang wanita
mengambang di tengah-tengah laut. Kemudian dengan segera sang pengawas pantai
itu dengan segera membawa Vira ke rumah sakit terdekat yang ada disana.
Setelah dua hari koma di
rumah sakit, Vira akhirnya sadarkan diri. Nama yang pertama diucapkannya ialah
Arya. Dia ingat terakhir dia bersama Arya dilaut, ombak, dan setelah itu dia
gak ingat apa-apa lagi termasuk sahabatnya itu. Namun orang sekelilingnya hanya
diam tanpa suara.
“Arya mana
mah? Arya mana? Kenapa dia gak disini? Apa dia baik-baik aja?“ Tanya
Vira
Ke Mamanya
Ke Mamanya
“Tenang
sayang. Arya ada disini kok.“ Kata Papa Vira Menenangi Vira
“Mana? Gak
ada.“ Tanya Vira Lagi Sambil Melihat Sekelilingnya
“Kamu gak bisa
ngeliat dia, tapi papa yakin dia bisa ngeliat kamu.“ Jawab Papa Vira Dengan Lirih
“Maksud papa?“
Tanya
Vira Dengan Raut Wajah Bingung
“Arya... tidak
ditemukan sayang, dia hilang di laut itu.“ Jawab Papa Vira Lagi (Vira berusaha mencerna ucapan papahnya,
kemudian dia menangis).
Disinilah Vira, berdiri termenung
menatap hamparan laut luas. Laut yang telah merenggut sahabatnya, tempat
terakhir yang dia kunjungi bersama sahabatnya yang bernama Arya.
“Arya dimana
pun lo berada sekarang, gue yakin lo masih bisa liat gue disini. Gue berdoa semoga
kita bisa bertemu lagi.“ Kalimat Pertama Yang Diucapkan Vira Mengiringi
Langkah Kakinya Meninggalkan Laut Yang Juga Merasakan Kesedihannya. Tapi Jauh
Disana, Ada Senyum Yang Tulus Yang Diperuntukkan Untuknya Andai Dia Melihat. L
“ Tamat “







0 komentar:
Posting Komentar